UA-24447797-3
Subscribe
Your Partner in Designing, Evaluating and Learning on Program and Policy

Memahami Open Data, Memahami Potensi Kita

Sir Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, di hadapan peserta Open Government Partnership (OGP) Summit 2013 di London menyerukan para pemimpin dunia untuk menjawab masalah transparansi dan akuntabilitas dengan tindakan nyata, yaitu dengan memastikan bahwa data-data penting yang secara politis sensitif tidak luput dari inisiatif Open Data. Menurut Berners-Lee, hal ini penting untuk menjamin program Open Data mengerahkan potensinya, termasuk potensi dalam memerangi kemiskinan, meningkatkan industri dan inovasi, serta mengurangi korupsi.

login

Indonesia yang saat ini menjadi ketua OGP, merupakan salah satu negara yang berkomitmen untuk menerapkan open data. Komitmen tersebut bersamaan dengan keinginan yang kuat untuk melibatkan CSO dalam penyusunan maupun implementasi open data di berbagai tingkatan.
Namun untuk merealisasikan komitmen itu, kami melihat terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan. Antara lain adalah bagaimana menjadikan isu Open Data familiar di Indonesia, khususnya di kalangan CSO dan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun lokal. Mengapa demikian? Karena isu Open Data, meskipun saat ini mulai banyak dibicarakan, namun seringkali Open Data dipahami hanya secara parsial. Misalnya dipahami hanya sebatas memperluas transparansi dengan sekedar menaruh dokumen di web saja. Atau sekedar digitalisasi saja.
Ide Open Data sendiri, menurut Open Data Research Network , sebenarnya terkait dengan: pengawasan oleh masyarakat terhadap negara atau mengatasi fenomena asimetri informasi, membangun demokrasi konsumen (dimana dengan open data konsumen memperoleh pilihan lebih baik atas pelayanan publik) dan membangun kolaborasi antar kelompok masyarakat sipil dan kolaborasi masyarakat sipil dengan pemerintah. Sehingga dapat dikatakan bahawa Open Data adalah salah sau upaya agar transparansi bisa diutilisasi oleh masyarakat.
Beberapa potensi penting dari Open Data, seperti membuka ruang kolaborasi antar masyarakat maupun antar masyarakat dan pemerintah kurang disadari di Indonesia saat ini. Begitu juga perluasan pilihan bagi demokratisasi customer seperti disampaikan di atas juga belum banyak diperhatikan. Sehingga kerja-kerja Open Data seolah-olah masih eksklusif pada kerja-kerja pengawasan saja.
Newsletter ini akan berusaha memberi kontribusi bagi pembaca untuk lebih mengenal beberapa isu penting mengenai Open Data. Dalam hal ini kami berusaha agar beberapa kompleksitas dari Open Data, yang terbawa sejak lahir karena Open Data ini meryupakan hasil penggabungan dua disiplin yang berbeda yaitu: governance dengan teknologi informasi dan komunikasi, dapat dipahami secara lebih mudah. Kami berharap agar dengan itu, inovasi-inovasi untuk mendorong terjadinya akuntabilitas pemerintah, kolaborasi dan perluasan pilihan bagi warga dapat lahir dari Anda.

Ditulis oleh: Ilham Cendekia Srimarga (ICS)
Pranala luar: www.opendataresearch.org

Creative Commons License
Posts by Sinergantara is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.
Based on a work at http://sinergantara.or.id.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://sinergantara.or.id/tentang/hubungikami/.

This post is also available in: English

2 Comments
  1. oow jadibisa di katakan kek dpr mengawasi jalananya pemerintahann lah

Leave a Reply

Current month ye@r day *

ENGLISH