UA-24447797-3
Subscribe
Your Partner in Designing, Evaluating and Learning on Program and Policy

Blogger Bicara Open Data

Dalam ajang Kopdar Nasional Blogger Nusantara 2013 (30/11-01/12) di Yogyakarta, Sinergantara berkesempatan bertemu dengan blogger-blogger dari seluruh Indonesia, salah satunya dengan Agus Mulyadi, blogger muda dari Magelang, Jawa Tengah.

gusmulAgus Mulyadi di lingkungannya lebih akrab dipanggil dengan Gus Mul. Nama panggilan tersebut hanyalah akronim dari nama Agus Mulyadi karena Agus sendiri mengaku bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Yusuf. Agus Mulyadi lahir di Magelang pada tanggal 3 Agustus 1991, dan sekarang tinggal di Dusun Seneng 2 Banyurojo RT 1/3 Mertoyudan Kabupaten Magelang, 56172, Jawa Tengah, Indonesia.

Menggambarkan dirinya sendiri dengan kalimat “agak mrongos, humoris, cerewet, ceplas-ceplos, tidak terlalu bertanggung jawab, penggemar berat Pangkur Jenggleng, Mela Barbie, dan busana 80-an”, Agus Mulyadi benar-benar sosok yang lucu, humoris, namun cerdas dan gaul dalam arti selalu mengikuti perkembangan issue-issue terkini.

Sebagai Blogger dan Freelance Layouter, Agus Mulyadi yang tergabung dalam Komunitas Blogger Pendekar Tidar ini cukup aktif menulis di berbagai blog di Blogspot, Blogdetik, Tumlbr, maupun Kompasiana, serta menjadi kontributor rutin di Seneng Media dan Tutorial Indesign. Dalam kesehariannya, selain bekerja sebagai operator warnet, Agus juga sibuk mencari nafkah dengan berjualan kaos eceran di “Bukan Kaos Biasa”, sambil sesekali waktu, nggosek sedikit recehan dengan menawarkan jasa desain freelance dan layout di “Agus Desain”.

blogger-nusantara-2013

Berikut ini bincang-bincang Sinergantara dan Agus Mulyadi di ajang Kopdar Nasional Blogger Nusantara 2013:

Bagaimana pandangan Gus Mul sebagai blogger tentang data terbuka pemerintahan?

Melihat sekilas penjelasan tentang open data, maka yang bisa saya katakan adalah “Open data” sangatlah perlu. Tentu selain sebagai sarana pengawalan proses pemerintahan, Open Data ini juga bisa mendorong masyarakat untuk bisa lebih kritis, di sisi lain, para aparat pemerintah sebagai sang pemangku gawe bisa lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan melaporkan berbagai informasi ataupun perkembangan-perkembangan yang terkait dengan jawatan-nya masing-masing.

Bagaimana ketika keterbukaan juga menggunakan sarana internet/web?

Lha yo jelas sangat bagus tho, karena lebih cepat, lebih praktis, lebih fleksibel, dan juga lebih nggaya. Hoo tho kang?

Pernahkah Gus Mul sebagai blogger mengakses data publik melalui website pemerintah, misalnya data anggaran, data statistik, data demografi, dan lain-lain?

Pernah, kalau ndak salah dulu mengakses data statistik Data kementerian PU, waktu itu dulu saya mencari data statistik pengguna listrik di Indonesia. Soalnya dulu ikut pernah ikut lomba blog PLN, jadi harus disertai dengan data-data yang akurat.

Bagaimana menurut Gus Mul kebutuhan blogger terhadap data publik?

Tentu sangat besar, terlebih lagi peran blogger yang semakin hari semakin melebar pada citizen journalism, maka tak ayal bloger tentu butuh data-data public sebagai penguat atau pelengkap reportase yang ditulis di blog-nya masing-masing. Jadi jelas bahwasanya data public sangatlah penting artinya bagi seorang blogger.

Bagaimana pola pemanfaatan website dalam mencari data?

Ngapuro kang, untuk pertanyaan iki, aku hureng mudeng maksude…Nek koyo kuis, aku jawabe “PAS”.

Biasanya, dalam bentuk/format apakah data didapatkan? misalnya pdf, xls, doc, atau html, dan lain sebagainya.

Ya tergantung keperluan, kalau untuk informasi yang bersifat statistik, mungkin bisa dipakai xls, untuk informasi yang bersifat grafis, bisa dipakai pdf, dan untuk informasi yang bersifat text formal, bisa memakai doc. Pokonya tergantung jenis informasi yang dibutuhkan.

Bagaimana pendapat Gus Mul sebagai seorang blogger bilamana pemerintah juga membuka pemanfaatan sistem informasi anggaran di Kementerian Keuangan?

Wah, kalau ini sangat-sangat perlu kang, soalnya yang namanya transparansi pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan uang tentu harus diusahakan. Karena memang dalam urusan pembelanjaan (yang diwakili oleh Kemenkeu), antara pemerintah dengan rakyat punya satu hubungan tanggung jawab yang besar. Uang rakyat dikelola Negara, dan Negara harus memberikan hak rakyat. Nah, dengan adanya pemanfaatan system informasi anggaran keungan ini, tentu bisa membuat rakyat tau untuk apa saja uangnya dibelanjakan, sudah tepat sasaran atau belum, dan sejenisnya. Sehingga rakyat pun bisa ikut mengawal jalannya pambelanjaan dana pemerintah (halah, sok ekonom), tapi intinya yo koyo mono ikulah, soale aku gak terlalu mudeng ekonomi, yo mung ngerti gambarane thok.

Bagaimana pendapat Gus Mul sebagai seorang blogger mengenai prospek pengembangan Open Data pemerintahan secara umum di Indonesia? Mohon dideskripsikan pandangan dari sisi teknologi, sosial, budaya, urgensi, kebutuhan, dan lain sebagainya.

Ah, tak perlu banyak jawaban sebenarnya. Karena memang dilihat dari pandangan sisi manapun, pengembangan open data sangatlah diperlukan. Untuk masalah teknologi, tentu tak ada yang perlu dikhawatirkan, di Indonesia sudah banyak ahli yang siap meng-opendata-kan semua informasi pemerintahan, tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah terkait. Ah, pokoknya semua sisi sudah siap, tinggal action-nya saja sih sebenarnya (plus niat dan kemauan).

blogger-nusantara

Mengejutkan, dari seorang Agus Mulyadi, tercetus kalimat sederhana “tinggal action-nya saja”. Kalimat ini senada dengan apa yang disampaikan Aman Greewal -peneliti ODDC dari World Wide Web Foundation- dalam penutupan Open Data Hub yang diselenggarakan oleh Ford Foundation, Hivos, AKIL dan Web Foundation di ICT Watch (House of Internet Sehat), Jakarta pada 16 Oktober 2013. “JUST DO IT!

img src: Agus Mulyadi, Blogger Nusantara, Andy MSE

This post is also available in: English

Leave a Reply

Current month ye@r day *

ENGLISH